Travel Umroh & Haji • Pendampingan ProfesionalHotline / WhatsApp: 0823-2529-7047
Beranda › Panduan Haji & Umroh › Panduan Haji
Panduan Haji

Hari Tarwiyah: Pengertian dan Amalan Jamaah Haji

Hari Tarwiyah: Pengertian dan Amalan Jamaah Haji
Hari Tarwiyah merupakan salah satu hari penting dalam rangkaian pelaksanaan ibadah haji. Hari ini berlangsung pada 8 Dzulhijjah, sehari sebelum jamaah haji melaksanakan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah.

Bagi jamaah haji, Hari Tarwiyah menjadi momentum untuk mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual sebelum memasuki salah satu puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Arafah.

Pada hari ini, jamaah umumnya menuju Mina, memperbanyak talbiyah, zikir, doa, serta mempersiapkan diri untuk perjalanan menuju Arafah.

Apa Itu Hari Tarwiyah?
Secara bahasa, Tarwiyah berasal dari kata tarawwa, yang berkaitan dengan makna mempersiapkan atau membekali diri.

Hari Tarwiyah adalah tanggal 8 Dzulhijjah dalam kalender Islam. Dalam rangkaian haji, hari ini berada tepat sebelum Hari Arafah atau 9 Dzulhijjah.

Pada masa Rasulullah ﷺ, jamaah haji melakukan perjalanan menuju Mina pada 8 Dzulhijjah dan bermalam di sana sebelum melanjutkan perjalanan menuju Arafah.

Rangkaian tersebut kemudian menjadi bagian yang dikenal dalam pelaksanaan manasik haji.

Mengapa Disebut Hari Tarwiyah?
Ada beberapa penjelasan ulama mengenai asal-usul penyebutan Hari Tarwiyah.

Salah satu penjelasan yang populer adalah bahwa dahulu para jamaah haji mempersiapkan bekal air untuk perjalanan menuju Mina dan Arafah. Karena itu, hari tersebut dikaitkan dengan kegiatan mempersiapkan perbekalan.

Penjelasan lainnya berkaitan dengan kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Namun, kisah tersebut perlu dipahami secara hati-hati karena riwayat mengenai asal penamaan Tarwiyah memiliki beberapa penjelasan dan tidak semuanya memiliki kekuatan dalil yang sama.

Yang jelas, secara kalender, Hari Tarwiyah adalah 8 Dzulhijjah dan merupakan salah satu tahapan penting sebelum wukuf di Arafah.

Dalil tentang Rangkaian Haji
Allah SWT berfirman:

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومَاتٌ

Artinya:

“Musim haji adalah beberapa bulan yang telah dimaklumi.”

(QS. Al-Baqarah: 197)

Allah SWT juga berfirman:

ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Artinya:

“Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

(QS. Al-Baqarah: 199)

Ayat tersebut menunjukkan pentingnya rangkaian perjalanan jamaah dari tempat-tempat manasik, terutama Arafah yang menjadi salah satu tempat paling penting dalam pelaksanaan haji.

Apa yang Dilakukan Jamaah Haji pada Hari Tarwiyah?
Pada 8 Dzulhijjah, jamaah haji melakukan sejumlah aktivitas sebagai persiapan menuju puncak haji.

1. Bersiap Menuju Mina
Jamaah yang melaksanakan haji Tamattu’ dan telah menyelesaikan umrahnya akan kembali mengenakan ihram dan berniat haji.

Setelah itu, jamaah menuju Mina.

Bagi jamaah haji yang sudah berada dalam keadaan ihram, mereka memperbanyak talbiyah selama perjalanan.

Bacaan talbiyah:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ

Artinya:

“Aku memenuhi panggilan-Mu, ya Allah. Aku memenuhi panggilan-Mu. Aku memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu. Aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan hanyalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.”

2. Mabit di Mina
Salah satu kegiatan yang dikenal dalam rangkaian Hari Tarwiyah adalah mabit atau bermalam di Mina.

Jamaah biasanya berada di Mina pada tanggal 8 Dzulhijjah dan melaksanakan salat lima waktu di sana, yaitu:

Zuhur
Asar
Magrib
Isya
Subuh
Kemudian pada pagi 9 Dzulhijjah, jamaah bersiap menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf.

Perlu dipahami bahwa terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai hukum bermalam di Mina pada malam Tarwiyah. Karena itu, pelaksanaan jamaah dapat mengikuti manajemen perjalanan dan arahan pembimbing haji masing-masing.

3. Memperbanyak Talbiyah
Talbiyah merupakan salah satu amalan yang dilakukan jamaah sejak memasuki keadaan ihram.

Jamaah dapat memperbanyak talbiyah selama perjalanan menuju Mina dan dari Mina menuju Arafah.

Talbiyah merupakan bentuk jawaban seorang hamba atas panggilan Allah SWT untuk melaksanakan ibadah haji.

4. Memperbanyak Zikir dan Doa
Hari Tarwiyah sebaiknya tidak hanya diisi dengan aktivitas perjalanan.

Jamaah dapat memanfaatkan waktu dengan:

Membaca Al-Qur’an
Berzikir
Beristighfar
Membaca doa
Bershalawat
Memperbanyak talbiyah
Mempersiapkan hati untuk wukuf
Perjalanan menuju Arafah merupakan bagian penting dari rangkaian haji sehingga jamaah sebaiknya menjaga kondisi fisik dan menghindari aktivitas yang tidak diperlukan.

5. Mempersiapkan Diri untuk Wukuf di Arafah
Hari Tarwiyah menjadi waktu yang sangat baik untuk mempersiapkan diri menghadapi wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah.

Wukuf di Arafah merupakan salah satu rukun haji.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْحَجُّ عَرَفَةُ

Artinya:

“Haji itu adalah Arafah.”

(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah)

Hadis ini menunjukkan kedudukan yang sangat penting dari wukuf dalam ibadah haji.

Karena itu, jamaah sebaiknya menggunakan Hari Tarwiyah untuk menjaga stamina, memperbanyak doa, dan mempersiapkan segala kebutuhan untuk pelaksanaan wukuf.

Apakah Hari Tarwiyah Wajib Dilakukan?
Ini merupakan salah satu pertanyaan yang sering muncul.

Hari Tarwiyah sendiri bukan rukun haji.

Pergi ke Mina pada 8 Dzulhijjah dan bermalam di sana merupakan bagian dari praktik manasik yang dilakukan Nabi ﷺ dan dikenal sebagai rangkaian Tarwiyah. Namun, rincian hukum mabit di Mina pada malam Tarwiyah memiliki pembahasan fikih tersendiri.

Jamaah tidak boleh menyamakan antara:

Hari Tarwiyah
dengan
Rukun Haji.

Rukun haji adalah amalan yang menjadi bagian pokok sahnya haji. Sedangkan perjalanan dan mabit di Mina pada Hari Tarwiyah memiliki ketentuan tersendiri.

Karena itu, jamaah yang tidak dapat melakukan Tarwiyah karena alasan tertentu—termasuk karena pengaturan perjalanan resmi—tidak boleh langsung menyimpulkan bahwa hajinya batal.

Hari Tarwiyah dan Hari Arafah, Apa Bedanya?
Keduanya sangat berdekatan, tetapi memiliki rangkaian kegiatan yang berbeda.

Hari Tanggal Rangkaian Utama
Hari Tarwiyah 8 Dzulhijjah Persiapan haji, menuju Mina, talbiyah dan mabit
Hari Arafah 9 Dzulhijjah Menuju Arafah dan melaksanakan wukuf
Hari Nahr 10 Dzulhijjah Melempar Jumrah Aqabah, tahallul, dan rangkaian lainnya
Hari Tasyrik 11–13 Dzulhijjah Mabit di Mina dan melempar jumrah

Dengan memahami urutan tersebut, jamaah akan lebih mudah memahami perjalanan ibadah haji dari hari ke hari.

Rangkaian Haji dari Tarwiyah hingga Arafah
Secara sederhana, rangkaiannya dapat digambarkan sebagai berikut:

8 Dzulhijjah
⬇️
Ihram dan niat haji
⬇️
Menuju Mina
⬇️
Mabit di Mina
⬇️
9 Dzulhijjah
⬇️
Menuju Arafah
⬇️
Wukuf di Arafah
⬇️
Menuju Muzdalifah
⬇️
10 Dzulhijjah dan seterusnya

Rangkaian tersebut tentu dapat berbeda secara teknis berdasarkan jenis haji, kondisi jamaah, dan pengaturan penyelenggara haji.

Tips Jamaah Menghadapi Hari Tarwiyah
Agar dapat menjalani rangkaian haji dengan lebih nyaman, jamaah sebaiknya:

1. Jaga stamina
Jangan terlalu banyak melakukan aktivitas fisik yang tidak diperlukan sebelum wukuf.

2. Perbanyak minum
Cuaca di Tanah Suci dapat sangat panas. Pastikan tubuh mendapatkan cukup cairan.

3. Siapkan perlengkapan
Pastikan membawa perlengkapan penting seperti:

Identitas jamaah
Kartu/gelang identitas
Obat pribadi jika diperlukan
Air minum
Sandal
Tas kecil
Al-Qur’an atau aplikasi Al-Qur’an
4. Ikuti arahan petugas
Jamaah Indonesia biasanya mengikuti pengaturan perjalanan yang telah ditentukan oleh petugas dan penyelenggara haji.

Jangan memaksakan diri mengikuti aktivitas tertentu apabila kondisi fisik tidak memungkinkan.

5. Fokus pada ibadah
Gunakan Hari Tarwiyah sebagai momentum untuk menenangkan diri dan mempersiapkan hati sebelum wukuf.

Keutamaan Memasuki Hari-Hari Haji
Sepuluh hari pertama Dzulhijjah merupakan waktu yang sangat mulia.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini.”

Para sahabat bertanya, “Tidak juga jihad di jalan Allah?”

Beliau menjawab bahwa keutamaannya tetap besar, kecuali orang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya kemudian tidak kembali dengan keduanya.

(HR. Bukhari)

Karena itu, jamaah dapat mengisi hari-hari tersebut dengan berbagai amal saleh seperti zikir, doa, membaca Al-Qur’an, sedekah, dan memperbanyak ibadah.

Masih ada pertanyaan tentang Haji atau Umroh?

Konsultasikan kebutuhan perjalanan dan bimbingan ibadah bersama tim An Naba.

Konsultasi Gratis
← Kembali ke Panduan
☏