{"id":622,"date":"2026-09-02T23:42:25","date_gmt":"2026-09-02T23:42:25","guid":{"rendered":"https:\/\/annabatour.co.id\/?post_type=an_article&#038;p=622"},"modified":"2026-09-02T23:42:25","modified_gmt":"2026-09-02T23:42:25","slug":"kapan-waktu-wukuf-di-arafah","status":"publish","type":"an_article","link":"https:\/\/annabatour.co.id\/index.php\/artikel\/kapan-waktu-wukuf-di-arafah\/","title":{"rendered":"Kapan Waktu Wukuf di Arafah?"},"content":{"rendered":"<p>Aktivitas wukuf di Arafah termasuk ke dalam rukun haji. Dengan begitu, jemaah haji yang tidak melakukan wukuf di Arafah, maka ibadah haji yang dijalankan tidak sah. Wukuf berarti \u2018keberadaan haji di Arafah\u2019 dan menetap di sana. Secara istilah, wukuf adalah berhenti di Arafah pada waktu tertentu dengan niat ibadah. Untuk itu, para jemaah haji wajib mengetahui kapan tepatnya waktu wukuf di Arafah yang dapat mempengaruhi sah atau tidaknya ibadah haji mereka.<\/p>\n<p>Waktu Wukuf di Arafah<br \/>\nWukuf dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah, satu hari sebelum Hari Raya Kurban atau Iduladha. Namun, masih banyak jemaah haji yang beratanya-tanya tentang berapa lama sebenarnya waktu wukuf di Arafah. Bagaimana jika kita berihram dan berdiam di Arafah tidak sejak matahari terbit di Hari Arafah, tetapi di waktu siang hari?<\/p>\n<p>Jawabannya, tak masalah apabila kita berihram untuk melaksanakan ibadah haji pada hari ke-9 Zulhijah dan langsung menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf. Ibadah haji kita akan tetap sah apabila kita memasuki Arafah antara waktu Zuhur pada hari kesembilan Zulhijah hingga Fajar hari kesepuluh Zulhijah. Ini adalah waktu wukuf di Arafah yang disepakati oleh para ulama.<\/p>\n<p>Batas waktu wukuf di Arafah tersebut didasarkan pada riwayat Tirmidzi no. 891, Nasa\u2019i (no.3039), Abu Daud (no. 1950), dan Ibnu Majah (no. 3016).<\/p>\n<p>\u201cDari Urwah bin Mudarris Ats-Tsa\u2019labah, ia berkata: \u201cAku datang kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam dan beliau bersabda: \u201cAku mendatangi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam di Muzdalifah, ketika beliau keluar untuk salat (yaitu Salat Subuh).\u201d Aku berkata: \u201cWahai Rasulullah, aku telah datang dari dua Gunung Tayyiy, aku telah melelahkan untaku (karena perjalanan yang jauh) dan aku telah melelahkan diriku sendiri. Demi Allah, tidak ada bukit pasir yang tidak aku pijak. Apakah saya masih bisa menunaikan ibadah haji?\u201d Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda: \u201cBarangsiapa yang menghadiri salat kami ini dan berdiri bersama kami hingga kami beranjak pergi, lalu ia wukuf di Arafah sebelum itu, baik siang maupun malam, maka ia telah menyempurnakan hajinya dan menyempurnakan manasiknya.\u201d\u201d (HR. Tirmidzi)<\/p>\n<p>Lebih dari satu ulama meriwayatkan bahwa telah terjadi ijmak yang menyatakan bahwa wukuf di Arafah terus berlanjut hingga fajar pada Hari Raya Kurban.<\/p>\n<p>\u201cImam Nawawi rahimahullah berkata: \u201cWaktu wukuf di Arafah adalah sejak tergelincirnya matahari di Hari Arafah hingga terbitnya fajar pada Hari Raya Kurban.\u201d Ini adalah pendapat Imam Malik, Abu Hanifah, serta jumhur ulama.<\/p>\n<p>\u201cImam Malik dan Imam Syafi\u2019i berkata: \u201cAwal waktunya adalah ketika matahari tergelincir pada Hari Arafah.\u201d\u201d<\/p>\n<p>Bagaimana pun cara seseorang mencapai Arafah, apabila ia berakal, maka hal itu dapat diterima, baik dalam keadaan berdiri, duduk, berkendaraan atau tidur. Bahkan, apabila ia melewati Hari Arafah tanpa menyadari bahwa hari itu adalah Hari Arafah, maka itu juga diterima. Ini adalah pendapat Imam Malik, Imam Syafi\u2019i, dan Abu Hanifah. (Nukilan akhir dari kitab Al-Mughni, 3\/211)<\/p>\n<p>Perbedaan Pendapat<br \/>\nMeski demikian, masih terdapat perbedaan pendapat dalam hal waktu wukuf di Arafah. Pendapat Imam Ahmad bin Hanbal menyebut bahwa waktu wukuf di Arafah adalah mulai terbitnya fajar di Hari Arafah hingga terbitnya fajar di Hari Raya Kurban. Barangsiapa yang sampai di Arafah pada waktu tersebut dalam keadaan sehat dan berakal, maka hajinya telah sempurna.<\/p>\n<p>\u201cAl Qadhi Abu Thayyib dan Al Abdari berkata: \u201cIni adalah pendapat semua ulama kecuali Ahmad yang mengatakan: \u201cWaktunya adalah antara terbit fajar di Hari Arafah dan terbit fajar di Hari Raya Kurban.\u201d\u201d (Nukilan akhir dari Al Majmu\u2019, 8\/141)<\/p>\n<p>Atas dasar itu, barangsiapa yang sampai di Arafah sebelum terbit fajar pada Hari Arafah, maka dia telah melaksanakan ibadah haji dan wajib baginya untuk melaksanakan manasik haji yang lainnya.<\/p>\n<p>Wallahu a\u2019lam bishawab..<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Waktu wukuf di Arafah terbatas, maka kapan seharusnya dilakukan? Simak penjelasan kapan wukuf di Arafah oleh ustadz pembimbing di jejak imani.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":667,"template":"","class_list":["post-622","an_article","type-an_article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/annabatour.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/an_article\/622","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/annabatour.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/an_article"}],"about":[{"href":"https:\/\/annabatour.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/an_article"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/annabatour.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/667"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/annabatour.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=622"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}