{"id":585,"date":"2026-09-07T07:51:35","date_gmt":"2026-09-07T07:51:35","guid":{"rendered":"https:\/\/annabatour.co.id\/?post_type=an_article&#038;p=585"},"modified":"2026-09-07T07:51:35","modified_gmt":"2026-09-07T07:51:35","slug":"mabit-di-muzdalifah-panduan-bagi-jamaah-haji","status":"publish","type":"an_article","link":"https:\/\/annabatour.co.id\/index.php\/artikel\/mabit-di-muzdalifah-panduan-bagi-jamaah-haji\/","title":{"rendered":"Mabit di Muzdalifah: Panduan bagi Jamaah Haji"},"content":{"rendered":"<p>Mabit di Muzdalifah: Panduan bagi Jamaah Haji<br \/>\nMabit di Muzdalifah merupakan salah satu rangkaian penting dalam pelaksanaan ibadah haji setelah jamaah menyelesaikan wukuf di Arafah. Setelah matahari terbenam pada 9 Dzulhijjah, jamaah bergerak menuju Muzdalifah untuk melanjutkan rangkaian manasik sebelum menuju Mina.<\/p>\n<p>Bagi jamaah haji, memahami pengertian mabit di Muzdalifah, waktu pelaksanaannya, amalan yang dilakukan, serta ketentuannya sangat penting agar rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan tertib.<\/p>\n<p>Apa Itu Mabit di Muzdalifah?<br \/>\nSecara bahasa, mabit berarti bermalam atau tinggal pada malam hari.<\/p>\n<p>Dalam rangkaian ibadah haji, mabit di Muzdalifah adalah keberadaan jamaah di Muzdalifah setelah meninggalkan Arafah pada malam 10 Dzulhijjah.<\/p>\n<p>Muzdalifah berada di antara Arafah dan Mina. Setelah selesai wukuf di Arafah, jamaah bergerak menuju Muzdalifah dan melaksanakan rangkaian ibadah sesuai ketentuan.<\/p>\n<p>Allah SWT berfirman:<\/p>\n<p>\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0636\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0650\u0651\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0631\u064e\u0641\u064e\u0627\u062a\u064d \u0641\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0634\u0652\u0639\u064e\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u0650<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cApabila kamu telah bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy&#8217;aril Haram.\u201d<\/p>\n<p>(QS. Al-Baqarah: 198)<\/p>\n<p>Ayat tersebut menjadi salah satu landasan mengenai perjalanan jamaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan memperbanyak zikir kepada Allah SWT.<\/p>\n<p>Kapan Mabit di Muzdalifah Dilaksanakan?<br \/>\nMabit di Muzdalifah dilakukan setelah jamaah meninggalkan Arafah pada malam 10 Dzulhijjah.<\/p>\n<p>Secara umum, rangkaiannya adalah:<\/p>\n<p>9 Dzulhijjah<br \/>\n\u27a1\ufe0f Wukuf di Arafah<br \/>\n\u27a1\ufe0f Matahari terbenam<br \/>\n\u27a1\ufe0f Berangkat menuju Muzdalifah<br \/>\n\u27a1\ufe0f Mabit di Muzdalifah<\/p>\n<p>Kemudian:<\/p>\n<p>10 Dzulhijjah<br \/>\n\u27a1\ufe0f Bergerak menuju Mina<br \/>\n\u27a1\ufe0f Melontar Jumrah Aqabah<br \/>\n\u27a1\ufe0f Tahallul<br \/>\n\u27a1\ufe0f Melanjutkan rangkaian haji<\/p>\n<p>Jamaah perlu mengikuti pengaturan perjalanan yang ditetapkan petugas, karena kondisi di lapangan dapat sangat padat.<\/p>\n<p>Apa yang Dilakukan Jamaah di Muzdalifah?<br \/>\nSesampainya di Muzdalifah, jamaah dapat melakukan beberapa amalan dan aktivitas berikut.<\/p>\n<p>1. Memperbanyak Zikir dan Doa<br \/>\nMuzdalifah merupakan tempat yang baik untuk memperbanyak zikir dan doa.<\/p>\n<p>Jamaah dapat membaca:<\/p>\n<p>Istighfar<br \/>\nTasbih<br \/>\nTahmid<br \/>\nTakbir<br \/>\nTahlil<br \/>\nShalawat<br \/>\nDoa untuk diri sendiri dan keluarga<br \/>\nAllah SWT memerintahkan:<\/p>\n<p>\u201cBerzikirlah kepada Allah di Masy&#8217;aril Haram.\u201d<\/p>\n<p>(QS. Al-Baqarah: 198)<\/p>\n<p>Karena itu, jamaah sebaiknya tidak menghabiskan waktu hanya untuk beristirahat, tetapi juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk beribadah.<\/p>\n<p>2. Melaksanakan Salat Magrib dan Isya<br \/>\nSetelah tiba di Muzdalifah, jamaah melaksanakan salat Magrib dan Isya dengan jamak ta&#8217;khir dan qashar untuk salat Isya, sesuai tuntunan manasik.<\/p>\n<p>Artinya, salat Magrib dan Isya dikerjakan pada waktu Isya.<\/p>\n<p>Jamaah mengikuti imam dan arahan pembimbing ibadah mengenai pelaksanaannya.<\/p>\n<p>3. Bermalam di Muzdalifah<br \/>\nMabit merupakan salah satu rangkaian yang perlu diperhatikan jamaah.<\/p>\n<p>Namun, rincian hukum dan kadar minimal mabit memiliki perbedaan pendapat di antara ulama.<\/p>\n<p>Dalam pelaksanaan haji secara praktis, jamaah sebaiknya mengikuti ketentuan resmi dan arahan pembimbing karena terdapat kondisi khusus, terutama bagi:<\/p>\n<p>Lansia<br \/>\nOrang sakit<br \/>\nJamaah dengan keterbatasan fisik<br \/>\nPendamping jamaah yang membutuhkan bantuan<br \/>\nIslam memberikan kemudahan bagi jamaah yang memiliki uzur.<\/p>\n<p>4. Mengumpulkan Batu untuk Melontar Jumrah<br \/>\nSalah satu aktivitas yang dilakukan jamaah di Muzdalifah adalah mengumpulkan batu kerikil untuk keperluan melontar jumrah.<\/p>\n<p>Batu tersebut kemudian digunakan untuk melontar jumrah di Mina.<\/p>\n<p>Jamaah tidak perlu mengumpulkan terlalu banyak batu. Jumlah yang dibutuhkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan melontar jumrah selama rangkaian hari-hari haji.<\/p>\n<p>Yang terpenting adalah batu yang digunakan memenuhi ketentuan dan tidak perlu mengambil batu dari area Masjidil Haram.<\/p>\n<p>Apakah Harus Mengumpulkan Batu di Muzdalifah?<br \/>\nTidak harus.<\/p>\n<p>Mengumpulkan batu kerikil di Muzdalifah merupakan hal yang diperbolehkan dan praktis dilakukan banyak jamaah, tetapi batu untuk melontar jumrah tidak harus diambil dari Muzdalifah.<\/p>\n<p>Jamaah dapat memperoleh batu dari tempat lain yang sesuai ketentuan.<\/p>\n<p>Karena itu, jangan sampai jamaah terlalu sibuk mencari batu hingga mengabaikan waktu istirahat dan ibadah.<\/p>\n<p>Setelah Mabit, Jamaah Pergi ke Mana?<br \/>\nSetelah menjalankan mabit di Muzdalifah, jamaah melanjutkan perjalanan menuju Mina.<\/p>\n<p>Pada 10 Dzulhijjah, jamaah melakukan beberapa rangkaian penting, di antaranya:<\/p>\n<p>1. Melontar Jumrah Aqabah<br \/>\nJamaah melontar 7 batu kerikil ke arah Jumrah Aqabah.<\/p>\n<p>2. Tahallul<br \/>\nSetelah memenuhi ketentuan yang berlaku, jamaah melakukan tahallul dengan mencukur atau memotong rambut.<\/p>\n<p>3. Thawaf Ifadhah<br \/>\nJamaah kemudian melaksanakan thawaf ifadhah, yang merupakan salah satu rukun haji.<\/p>\n<p>Rangkaian teknisnya dapat berbeda sesuai jenis haji dan kondisi jamaah.<\/p>\n<p>Apakah Mabit di Muzdalifah Wajib Haji?<br \/>\nMabit di Muzdalifah termasuk wajib haji menurut mayoritas ulama, meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai rincian kewajiban dan kadar waktu mabit.<\/p>\n<p>Hal ini berbeda dengan wukuf di Arafah, yang merupakan rukun haji.<\/p>\n<p>Perbedaannya sangat penting:<\/p>\n<p>Wukuf di Arafah \u2192 Rukun Haji<\/p>\n<p>Mabit di Muzdalifah \u2192 Wajib Haji menurut mayoritas ulama<\/p>\n<p>Jika rukun haji ditinggalkan, haji tidak sah sampai rukun tersebut dilakukan.<\/p>\n<p>Sementara meninggalkan wajib haji memiliki konsekuensi fikih yang berbeda dan pada kondisi tertentu dapat mengharuskan dam.<\/p>\n<p>Untuk kasus jamaah yang meninggalkan Muzdalifah karena uzur, sakit, usia lanjut, atau kondisi lainnya, ketentuannya dapat berbeda sehingga sebaiknya dikonsultasikan kepada pembimbing ibadah.<\/p>\n<p>Dalil tentang Mabit di Muzdalifah<br \/>\nSalah satu dalil yang berkaitan dengan Muzdalifah adalah firman Allah SWT:<\/p>\n<p>\u0641\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0634\u0652\u0639\u064e\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u0650<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cBerzikirlah kepada Allah di Masy&#8217;aril Haram.\u201d<\/p>\n<p>(QS. Al-Baqarah: 198)<\/p>\n<p>Dalam hadis Jabir radhiyallahu &#8216;anhu mengenai perjalanan haji Rasulullah \ufdfa, beliau menjelaskan bahwa Nabi \ufdfa menuju Muzdalifah setelah meninggalkan Arafah dan kemudian melaksanakan salat Magrib dan Isya di sana.<\/p>\n<p>(HR. Muslim)<\/p>\n<p>Hadis tersebut menjadi salah satu dasar dalam pelaksanaan rangkaian haji setelah wukuf di Arafah.<\/p>\n<p>Mabit di Muzdalifah bagi Jamaah Lansia dan Sakit<br \/>\nKondisi jamaah haji sangat beragam. Ada jamaah yang masih muda dan sehat, tetapi ada pula jamaah lanjut usia, sakit, atau memiliki keterbatasan fisik.<\/p>\n<p>Karena itu, jamaah yang memiliki kondisi khusus tidak perlu memaksakan diri.<\/p>\n<p>Petugas haji menyediakan pengaturan dan fasilitas tertentu untuk jamaah yang membutuhkan bantuan.<\/p>\n<p>Jika kondisi kesehatan menyebabkan jamaah tidak memungkinkan melakukan mabit seperti jamaah lainnya, ikuti arahan petugas dan pembimbing ibadah.<\/p>\n<p>Jangan mengambil keputusan sendiri terkait dam atau mengganti amalan tanpa mendapatkan penjelasan dari pihak yang kompeten.<\/p>\n<p>Tips Nyaman Saat Mabit di Muzdalifah<br \/>\nMabit di Muzdalifah bisa menjadi pengalaman yang cukup menantang karena jamaah berada di ruang terbuka dan dalam kondisi perjalanan yang padat.<\/p>\n<p>Beberapa tips yang dapat dilakukan:<\/p>\n<p>1. Gunakan alas yang nyaman<br \/>\nBawa alas atau perlengkapan sederhana untuk duduk dan beristirahat.<\/p>\n<p>2. Simpan barang berharga dengan aman<br \/>\nJangan meletakkan dokumen penting atau barang berharga sembarangan.<\/p>\n<p>3. Gunakan alas kaki yang nyaman<br \/>\nJamaah akan banyak berjalan selama rangkaian haji.<\/p>\n<p>4. Jangan membawa barang terlalu banyak<br \/>\nBawa perlengkapan yang benar-benar diperlukan.<\/p>\n<p>5. Jaga kondisi tubuh<br \/>\nMinum air yang cukup dan beristirahat ketika memungkinkan.<\/p>\n<p>6. Ikuti arahan petugas<br \/>\nKondisi perjalanan jamaah sangat padat. Jangan meninggalkan rombongan tanpa koordinasi.<\/p>\n<p>Urutan Singkat Setelah Wukuf<br \/>\nAgar lebih mudah diingat, berikut urutan rangkaiannya:<\/p>\n<p>Arafah<br \/>\n\ud83d\udccd Wukuf pada 9 Dzulhijjah<br \/>\n\u2b07\ufe0f<br \/>\nMuzdalifah<br \/>\n\ud83d\udccd Salat, zikir, mabit, dan persiapan batu<br \/>\n\u2b07\ufe0f<br \/>\nMina<br \/>\n\ud83d\udccd Jumrah Aqabah pada 10 Dzulhijjah<br \/>\n\u2b07\ufe0f<br \/>\nTahallul<br \/>\n\u2b07\ufe0f<br \/>\nMakkah<br \/>\n\ud83d\udccd Thawaf Ifadhah dan sa&#8217;i sesuai ketentuan<\/p>\n<p>Hikmah Mabit di Muzdalifah<br \/>\nMabit di Muzdalifah bukan sekadar perpindahan tempat dari Arafah menuju Mina.<\/p>\n<p>Ada beberapa hikmah yang dapat direnungkan jamaah.<\/p>\n<p>Melatih kesabaran<br \/>\nJamaah harus menghadapi perjalanan, kepadatan, cuaca, dan kondisi yang mungkin berbeda dari kenyamanan sehari-hari.<\/p>\n<p>Mengajarkan kesederhanaan<br \/>\nJamaah beristirahat dengan fasilitas sederhana dan meninggalkan berbagai kenyamanan dunia.<\/p>\n<p>Memperbanyak zikir<br \/>\nMuzdalifah menjadi momentum untuk memperbanyak mengingat Allah setelah menjalani wukuf di Arafah.<\/p>\n<p>Mempersiapkan diri untuk rangkaian berikutnya<br \/>\nMabit memberikan kesempatan bagi jamaah untuk mempersiapkan diri sebelum menuju Mina dan melaksanakan lontar jumrah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mabit di Muzdalifah adalah salah satu rangkaian penting dalam ibadah haji yang dilakukan setelah wukuf di Arafah dan sebelum menuju Mina.<\/p>\n<p>Di Muzdalifah, jamaah dapat melaksanakan salat Magrib dan Isya secara jamak, memperbanyak zikir dan doa, beristirahat, serta mengumpulkan batu kerikil untuk keperluan melontar jumrah.<\/p>\n<p>Mabit di Muzdalifah memiliki kedudukan sebagai wajib haji menurut mayoritas ulama, sehingga berbeda dengan wukuf di Arafah yang merupakan rukun haji.<\/p>\n<p>Yang terpenting, jamaah hendaknya mengikuti arahan petugas dan pembimbing ibadah, terutama bagi jamaah lansia, sakit, atau memiliki kondisi khusus.<\/p>\n<p>Setelah Arafah, jamaah menuju Muzdalifah. Di sana, perjalanan haji berlanjut dengan zikir, istirahat, dan persiapan menuju Mina.<\/p>\n<p>FAQ Mabit di Muzdalifah<br \/>\nMabit di Muzdalifah tanggal berapa?<br \/>\nMabit dilakukan pada malam 10 Dzulhijjah, setelah jamaah meninggalkan Arafah pada 9 Dzulhijjah.<\/p>\n<p>Apa yang dilakukan di Muzdalifah?<br \/>\nJamaah melaksanakan salat Magrib dan Isya secara jamak, berzikir, berdoa, beristirahat, dan dapat mengumpulkan batu kerikil untuk melontar jumrah.<\/p>\n<p>Apakah mabit di Muzdalifah wajib?<br \/>\nMabit di Muzdalifah termasuk wajib haji menurut mayoritas ulama, dengan rincian ketentuan yang memiliki perbedaan pendapat dalam fikih.<\/p>\n<p>Apakah batu jumrah harus diambil di Muzdalifah?<br \/>\nTidak. Jamaah boleh mendapatkan batu kerikil dari tempat lain yang sesuai ketentuan.<\/p>\n<p>Setelah Muzdalifah pergi ke mana?<br \/>\nJamaah melanjutkan perjalanan menuju Mina untuk melaksanakan rangkaian berikutnya, termasuk melontar Jumrah Aqabah pada 10 Dzulhijjah.<\/p>\n<p>Apa perbedaan Muzdalifah dan Arafah?<br \/>\nArafah merupakan tempat jamaah melaksanakan wukuf yang termasuk rukun haji, sedangkan Muzdalifah merupakan tempat jamaah melaksanakan mabit setelah meninggalkan Arafah.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":1058,"template":"","class_list":["post-585","an_article","type-an_article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/annabatour.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/an_article\/585","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/annabatour.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/an_article"}],"about":[{"href":"https:\/\/annabatour.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/an_article"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/annabatour.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1058"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/annabatour.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=585"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}